Lokasi Shalat Jumat Pertama Kali, di Mana?

Namun, shalat Jumat itu tidak dipimpin oleh Rasulullah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pada Jumat pagi, 16 Rabiul Awal, Rasulullah meninggalkan Quba'.  Rasulullah dan para sahabat melanjutkan perjalanan ke Madinah. Namun, pada siang hari, mereka berhenti di Lembah Ranuna, di perkampungan Bani Salim bin 'Auf dari suku Khazraj yang masih berada di sekitar Quba.

Mereka kemudian melaksanakan shalat Jumat untuk pertama kalinya di tempat itu. Sebelum melaksanakan shalat Jumat, Rasulullah menyampaikan khotbah di depan ratusan jamaah. 

Meski 16 Rabiul Awal dianggap sebagai hari dilaksanakannya shalat Jumat perdana namun sejumlah riwayat mengungkapkan bahwa sebelum hari itu, shalat Jumat pernah dilaksanakan oleh umat Islam.

Namun, shalat Jumat itu tidak dipimpin oleh Rasulullah, melainkan As'ad bin Zurarah. Fakta tersebut dikisahkan dalam hadis yang diungkapkan oleh Qutaibah bin Sa'id. Qutaibah menyatakan, setiap kali Ka'ab bin Malik mendengar azan hari Jumat, dia akan memohonkan rahmat untuk As'ad bin Zurarah. 

"Lantas, aku bertanya kepadanya, 'Mengapa Anda memohonkan rahmat untuk As'ad bin Zurarah setiap kali mendengar azan Jumat?" Ka'ab pun menjawab, "As'ad adalah orang yang pertama kali melaksanakan shalat Jumat di tengah-tengah kami di Hazmin-nabit, yang terletak di Bani Bayadhah di Baqi', yaitu Naqi'ul Khadhamat." 

Qutaibah bertanya lagi, "Berapakah jumlah kalian ketika itu?" Ka'ab menjawab, "Empat puluh orang." 

As'ad dikisahkan mengetahui bahwa perintah untuk melaksanakan shalat Jumat sampai kepada Rasulullah. Kabar tersebut tersiar ke Madinah, tempat dia berada. Hal inilah yang menjadi dasar baginya untuk melaksanakan shalat Jumat.

Sementara, Rasulullah tidak mungkin melaksanakan shalat Jumat berjamaah di tengah kondisi Makkah yang tidak kondusif bagi dirinya dan Muslim lainnya. Karena itu, Rasulullah baru bisa melaksanakan shalat Jumat ketika beliau hijrah di Madinah. 

Setiap hari Jumat, Muslim di desa tempat tinggal As'ad akan menuju rumahnya dan berkumpul di sana. Mereka  lalu menyelenggarakan shalat dua rakaat. Setelah itu, Asad memotong kambing untuk dimakan bersama.



Sumber: Republika.co.id
loading...