Mungkinkah Bisnis yang Sudah Mapan Jadi Bangkrut?

ENTAH karena apa, saat seusai umrah semalam kami duduk-duduk di depan pintu Babus Salam sambil memandangi pembangunan masjidil haram yang tak kunjung selesai, lalu saya teringat kisah orang kaya dalam surat al-Kahfi itu; kisah pemilik kebun yang kaya raya yang sombong dan penuh percaya diri akan kalkulasi kepalanya lalu semuanya hancur lebur hanya dalam waktu semalam. Lalu saya simpulkan bahwa sangatlah mudah bagi Allah untuk menghancurkan apa yang diduga sudah mapan.

Sebagaimana jika Allah mau menjadikan orang miskin menjadi kaya maka kemudian menjadi kaya secara mudah dan tak diduga, Allah juga mudah menjadikan orang kaya menjadi bangkrut dan miskin jika Dia mau. Contoh dalam sejarah begitu banyak dan bertebaran. Saya pun menjadi saksi mata akan orang yang dulunya kaya jumawa yang sekarang menjadi miskin dan menderita. Apakah kira-kira penyebab kebangkrutan dan kehancuran ini? Jawabnya adalah KEDZALIMAN DALAM BERBAGAI BENTUKNYA.

Semua akad atau kontrak yang tidak sesuai dengan syari'ah, pasti saja mengandung kemafsadatan, kerusakan atau kedzaliman. Kata syari'ah di atas janganlah dimaknai sempit dan diduganya sebagai hal yang sederhana. Butuh studi, kajian, dan penelitian panjang tentang ini; tak semudah mencari hukum di aplikasi Google atau Yahoo.

Sayapun, yang sudah lama lulus S3 hukum Islam, masih terus belajar karena merasa masih banyak yang perlu dipelajari dan diketahui. Mungkin saja itu karena kebodohan saya. Saran saya, jangan berhenti belajar tentang syari'ah. Biasanya, mereka yang mencukupkan diri pada ilmu yang sedikit akan menganggap setiap yang berbeda dengan dirinya adalah SESAT dan salah.

Semua kedzaliman yang dilakukan dalam bisnis pasti akan menjadi sebab yang menghancurkan. Misalnya adalah menahan hak orang lain. Rasulullah sangat menganjurkan agar upah seseorang itu diberian segera sebelum keringatnya kering. Makna luasnya adalah bahwa menahan hak orang lain itu tidaklah elok, karenanya maka terlarang. Hati-hatilah, ketika orang lain merasa terdzalimi, tinggal tunggu saat saja untuk menderita.

Termasuk bentuk kedzaliman adalah janji yang tak tertepati. Mengapa? Karena janji adalah utang. Maknanya adalah bahwa ada yang hatinya terluka saat janji tak ditepati. Harapan untuk bahagia karena janji itu kemudian luluh lantah karena pengkhianatan janji. Ada banyak contoh orang bangktut gara-gara tak tepat janji itu. Dalam bahasa luas, luput janji termasuk pada katagori wanprestasi.

Mari kita renungkan hadits berikut ini: "Takutlah kamu akan doa orang yang dizalimi, karena sesungguhnya tidak ada tabir antara doanya dengan Allah" (HR. Bukhari dan Muslim). Dalam hadits yang lain Rasulullah bersabda: "Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada orang yang berlaku zalim. Jika Allah hendak mengazabnya, maka tidak akan membiarkannya lolos"

Sekarang mari kita tanyakan pada diri kita masing-masing: "Masihkah kita akan menuhankan kalkulator, hawa nafsu dan akal pikiran kita sendiri sehingga tega mendzalimi orang lain?" Penuhilah hak-hak orang lain. Salam, AIM. [*]



Sumber: Inilah.com
loading...