Piramida Meroe yang Terlupakan

Piramida selalu identik dengan piramida firaun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Selama ini piramida selalu diidentikkan dengan peninggalan para Firaun di Mesir. Padahal, bangunan kuno dengan bentuk seperti itu juga terdapat di sejumlah negara lain. Salah satunya ialah piramida meroe yang berlokasi dekat Sungai Nil di Sudan. Penelitian para arkeolog menemukan, terdapat 200 unit piramida di Sudan. Adapun Mesir memiliki sampai 138 piramida.

Namun, Piramida Meroe hanya mampu menarik sekitar 700 ribu wisatawan pada tahun lalu. Angka tersebut jauh lebih kecil dibandingkan jumlah rata-rata wisatawan yang datang ke Piramida Mesir, yakni sekitar 10 juta.

Keindahan dan nilai sejarahnya yang tinggi membuat Piramida Meroe diakui sebagai salah satu situs warisan dunia versi UNESCO. Namun, gelar tersebut tampaknya belum cukup menjadi magnet bagi para pelancong. Sebab, Sudan sendiri masih diwarnai sejumlah konflik dalam negeri. Hal ini ten tunya menyulitkan wisatawan man ca negara untuk bisa datang menik mati berbagai destinasi wisata di negeri mayoritas Muslim itu.

Dalam sejarahnya, Piramida Meroe merupakan sebuah kediaman penguasa Kerajaan Kush, salah satu peradaban paling awal di wilayah tepi Sungai Nil. Situs sejarah yang nyaris terlupakan ini ditemukan terkubur dalam gurun pasir pada 1834 oleh seorang penjelajah Italia, Giuseppe Ferlini.

Piramida Meroe memiliki kemiripan dengan piramida kuno di Mesir. Sebab, struktur bangunan ini juga memiliki banyak pintu masuk yang menghadap ke arah matahari terbit. Dinasti Kush yang membangun situs itu sekira 2.500 tahun lalu mengubur jasad anggota keluarga kerajaan di makam piramida. Di dekat Piramida Meroe, juga ter dapat reruntuhan kuil dan kota kuno.

Menurut para arkeolog, Piramida Meroe dibangun oleh masyarakat dengan peradaban yang tinggi. Hal itu dibuktikan dengan tingkat kemiringan piramidanya yang lebih curam daripada Piramida Mesir.

Wakil Menteri Informasi, Budaya, dan Pariwisata Sudan, Graham Abdel- Qadir, mengatakan, pemerintah se tempat saat ini mulai melonggarkan sistem visa. Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke negara tersebut. Sudah ada kenaikan wisatawan pada Oktober dan November berkat sistem yang baru ini, kata Abdel-Qadir, seperti dilansir Alarabiya, Jumat (22/11).

Dia menargetkan, pada tahun mendatang jumlah wisatawan akan meningkat hingga 900 ribu orang. Selanjutnya, pada 2021, jumlah itu diharapkan terus naik hingga 1,2 juta orang pengunjung. Piramoda Meroe terletak di tepi timur daerah aliran Sungai Nil, dekat Kota Shendi, Sudan.

Pemerintah kota setempat telah membentuk pusat informasi pariwisata untuk memudahkan para pelancong.



Sumber: Republika.co.id
loading...