Tiga Arsitektur Utsmaniyah Periode Awal

Warisan arsitektur Utsmaniyah tersebar di seluruh wilayah kekuasaannya,

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Sejak kekhilafahan Turki Usmani memerintah pada 1300-1453 M, kesenian masyarakat menemukan pola baru. Sebab, mereka bersentuhan dengan berbagai budaya. Karya seni mereka terlihat dan membekas pada sejumlah bangunan yang mereka dirikan di sana.

Bangunan tersebut menjadi tempat tinggal, istana, tempat ibadah, dan banyak lagi. Masyarakat menjadikan konstruksinya sebagai kebangaan karena kokoh dan bernuansa seni yang tinggi. Bangunan tersebut masih ada hingga detik ini.

Pemerintah menjadikannya bangunan cagar budaya yang harus dilestarikan keberadaannya. Berikut ini adalah beberapa contoh bangunan warisan Turki Usmani yang menjadi destinasi wisata wisatawan dari berbagai belahan dunia.

Masjid Haci Ozbek

Bangunan ini terletak di Iznik yang merupakan pusat seni Turki Usmani. Ini adalah contoh utama masjid berkubah tunggal, yang menggambarkan kombinasi teknik bangunan Bizantium dan Arab.

Menurut plakat inskriptif di atas jendela, masjid ini dibangun oleh Haci Ozbek bin Muhammed pada 1333 (734 H), dua tahun setelah penaklukan Iznik oleh Turki Usmani.

Masjid ini terdiri atas aula dengan kubah di atasnya berdiameter delapan meter. Pada 1939 area serambi sebelum aula di sebelah barat dihancurkan, untuk pelebaran jalan. Di tempat serambi yang dihancurkan, serambi baru yang tertutup ditambahkan ke sisi utara gedung pada 1959.

Rumah Safranbolu

Safranbolu adalah kota tua di Anatolia. Semua orang dapat melihat gambaran sebuah kota Turki Usmani 200 tahun lalu, dengan mengunjungi rumah ini.

Medan miring di Safranbolu yang terletak di dekat tiga sungai memiliki arsitektur yang menarik. Lantai dasarnya dibangun dari batu, sebagian besar merupakan rumah besar berlantai dua atau tiga, umumnya mengikuti kemiringan alami jalan.

Sementara itu, lantai atas, didukung oleh penopang, dapat menonjol di atas jalan. Rumah-rumah itu berada di sepanjang jalanjalan sempit di pasar meliuk-liuk dan berputar, seperti cangkang sekrup di atas bidang tanah yang sempit dan miring.

Rumah Cumalikizik

Cumalikizik adalah pemukiman penduduk yang jauh dari efek negatif gaya hidup modern. Karena gaya hidup modern dapat berubah bahkan menghapus tradisi dan budaya lokal.

Keramahtamahan orang-orang di sana terasa lengkap dengan kehadiran rumah kayu, batu, dan rumah-rumah bata lumpur. Semua itu jelas menampilkan fitur bersejarah arsitektur sipil Turki Usmani, sehingga memberikan sentuhan menarik.

Desa ini tidak hanya mempertahankan fitur historis dan nilai-nilai budaya, tetapi juga menjaga keindahan alamnya. Karena itu, pantas untuk disebut sebagai desa Turki Usmani yang masih hidup. 



Sumber: Republika.co.id
loading...