Tiga Perkara yang Diridhai dan Dibenci Allah SWT

Sesungguhnya Allah meridhai dan benci kepada kalian dalam tiga perkara.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Abdillah

Dari Abu Hurairah RA berkata, Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya Allah meridhai kalian dalam tiga perkara dan benci kepada kalian dalam tiga perkara. Allah meridhai kalian jika kalian beribadah kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu, jika kalian berpegang teguh kepada agamanya dan tidak berpecah belah, dan jika kalian saling menasihati kepada orang yang diserahkan kepadanya urusanmu. Dan Allah membenci kalian dari sikap percaya kepada informasi yang tidak tentu sumbernya, banyak bertanya (tentang perkara yang tidak perlu) dan memboroskan harta." (HR Ahmad).

Hadis di atas menjelaskan tentang orang yang akan mendapatkan ridha Allah jika melakukan tiga perkara. Pun demikian, orang yang akan mendapatkan kebencian dari Allah dalam tiga perkara. Pertama, perkara yang bisa mendatangkan ridha Allah adalah beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukan-Nya. Dalam Alquran, Allah SWT berfirman: "Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun." (QS an-Nisa: 36).

Kedua, perkara yang bisa mendatangkan ridha Allah adalah orang yang berpegang teguh kepada agama-Nya dan tidak berpecah belah. Inilah makna firman Allah yang berbunyi: "Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai (Ali Imran: 103). Ketiga, Allah juga meridhai kepada orang yang saling menasihati dalam melaksanakan kewajiban.

Sebaliknya, Allah membenci manusia yang melakukan tiga perkara. Pertama, kepada orang yang mudah menerima kabar yang tidak jelas sumbernya. Hari ini kita disuguhkan dengan berbagai informasi tanpa batas, baik yang ada di media konvensional maupun media sosial. Penyebaran informasi yang cepat kadang membuat kita lupa untuk mencari tahu sumbernya.

Fenomena hoaks hari ini sungguh sangat memilukan. Hoaks bisa memecah persatuan. Ada banyak saudara sesama anak bangsa yang memutuskan silaturahim disebabkan perselisihan. kemarahan terjadi karena dipengaruhi oleh opini yang berisi kebohongan. Oleh sebab itu, telitilah setiap berita yang datang supaya tidak mendatangkan musibah dikalangan suatu kaum (QS al-Hujurat: 6).

Perkara kedua yang dibenci Allah adalah orang yang banyak bertanya tentang sesuatu yang tidak perlu hingga dapat menyusahkan orang lain untuk beramal. Imam an-Nawawi mengategorikan tiga macam pertanyaan. Salah satu pertanyaan yang dilarang adalah jenis pertanyaan yang ketiga. Pertanyaan ini mengenai sesuatu yang tidak penting dan kalau ditanyakan maka bisa jadi memberatkan.

Perkara ketiga, Allah membenci Muslim yang boros dalam membelanjakan harta. Boros yang dimaksud dalam Islam adalah mengeluarkan harta untuk hal yang sia-sia, terutama mengeluarkan harta untuk hal yang haram. Mengenai hal ini, Allah SWT berfirman: "Janganlah kamu menghamburhamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya." (QS al-Isra: 26-27).



Sumber: Republika.co.id
loading...