Beragam Tudingan yang tak Terbukti atas Rasulullah SAW

Rasulullah SAW mendapat tudingan dari kafir Quraisy namun tak terbukti.

REPUBLIKA.CO.ID, Sumpah serapah yang didapati Rasulullah SAW selama berdakwah, sudah bukan hal yang aneh lagi. Tidak hanya kepada Rasulullah, hal yang sama dialami para pengikutnya. 

Tidak sekadar kata-kata, mereka menerima penganiayaan secara fisik. Suatu ketika para pemimpin kaum kafir Quraisy berkumpul untuk mendiskusikan julukan apa yang layak disandangkan kepada Rasulullah, agar orang-orang Madinah yang akan pergi berhaji ke Makkah tidak terpengaruh dakwah, masuk Islam. 

Ada yang mengusulkan agar Nabi Muhammad dijuluki sebagai dukun, namun tidak disepakati karena penampilan Nabi Muhammad tidak tampak sebagai seorang dukun. Yang lainnya mengusulkan agar Nabi Muhammad disebut orang gila saja karena apa yang disampaikan Nabi Muhammad dianggap sebagai pemikiran yang ''gila'' bagi mereka karena telah mengacaukan tatanan kehidupan mereka yang jahiliah.

Julukan inipun tidak disepakati karena Muhammad tidak tampak seperti orang gila. Mereka terus berpikir keras agar dapat memberi julukan yang tepat untuk Nabi Muhammad dalam rangka menghambat dakwah yang dilakukan beliau. Kemudian muncul usulan agar Nabi Muhammad digelari sebagai tukang sihir. Kembali, mereka kurang sepakat karena Nabi Muhammad tidak tampak sebagai tukang sihir. 

Saking bingungnya, walaupun dirasa masih belum tepat, mereka memutuskan untuk menjuluki Nabi Muhammad sebagai tukang sihir. Setelah sepakat, mereka kemudian mengampanyekan itu ke seluruh kabilah-kabilah yang datang ke Makkah bahwa Muhammad adalah seorang tukang sihir yang harus dijauhi karena kata-kata yang diucapkannya akan menyihir mereka. 

Dengan julukan itu kafir Quraisy berharap agar dakwah Rasulullah terhambat dan bahkan mati sama sekali. Akan tetapi, atas kehendak dan janji dari Allah SWT dakwah Islam bukannya mati, tetapi bersinar dengan lebih benderang. 

Pada masa berikutnya malah mampu menyinari hampir setengah dunia dan memunculkan peradaban yang tinggi, sehingga muncul sebagai adidaya yang disegani. Kini julukan negatif pun menimpa umat Islam. Sebut saja ekstremis, fundamentalis, bahkan teroris. 

Bukan tidak mungkin ini dimaksudkan untuk menghalangi dakwah Islam. Menghadapi ini kita tidak boleh gentar. ''Mareka berkehendak memadamkan cahaya [agama] Allah dengan mulut [ucapan-ucapan] mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang kafir tidak menyukai. (QS  at-Taubah: 32). 

sumber : Harian Republika


Sumber: Republika.co.id
loading...