Hadis tentang Penyesalan Muslim yang Kabur dari Perang

Ada segelintir umat Muslim yang takut saat berperang dan melarikan diri.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Orang-orang yang berjuang di jalan Allah (jihad) memang beragam bentuknya. Salah satu bentuk jihad di masa Nabi Muhammad SAW, adalah menyatukan diri dalam barisan perang melawan kaum musyrikin.

Namun, ternyata ada segelintir umat Muslim yang takut lalu melarikan diri dari peperangan, meski mereka menyesalinya. Dalam buku Sirah Sahabat karya Syaikh Muhammad Yusuf al-Kandahlawy dijabarkan mengenai hadis yang menceritakan tentang penyesalan dan kegundahan hati orang-orang Muslim yang lari dari peperangan.

Ima Ahmad mentakhrij dari Abdullah bin Umar, dia berkata: "Aku pernah bergabung dalam satuan pasukan yang dikirim Rasulullah SAW. Orang-orang banyak yang lari, dan aku pun ikut lari bersama mereka. Kami saling bertanya-tanya tentang apakah yang sebaiknya kami lakukan? Kami sudah melarikan diri, tentu kami akan kena marah besar. Namun andaikan kami kembali ke Madinah, tentu kami akan dijatuhi hukuman mati. Namun ada baiknya jika kami menghadap kepada Nabi Muhammad SAW dan menyatakan taubat, atau lebih baik pergi entah ke mana. Namun akhirnya kami putuskan untuk menghadap beliau (Rasulullah) sebelum shalat subuh."

Dia melanjutkan: "Ketika kami sudah menghadap beliau, Rasulullah pun bertanya: 'termasuk golongan manakah kalian?' Maka kami pun menjawab 'Kami termasuk orang-orang yang melarikan diri'." Mendengar hal itu, Rasulullah berkata "Tidak, tetapi kalian termasuk orang-orang yang menyerang (musuh Islam). Aku termasuk golongan kalian dan golongan orang-orang Muslim."

Lalu orang-orang yang pernah lari dari peperangan itu mendekat ke arah Rasulullah SAW dan menciumi tangan kekasih Allah itu. Sungguh, rasa cinta kasih dan pemaaf yang dicontohkan Rasulullah kepada orang-orang yang pernah lari meninggalkannya menjadi tauladan bagi setiap insan.



Sumber: Republika.co.id
loading...