Keistimewaan Datangnya Islam untuk Menghilangkan Kesempitan

Islam menjadi penunjuk arah bagi manusia yang kerap lupa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kedatangan Islam sebagai agama penutup memiliki maksud dan tujuan yang jelas, yakni menjadi penunjuk arah bagi manusia yang kerap alpa. Dari sekian banyak keistimewaan kedatangan Islam, kedatangan tersebut salah satunya ditujukan untuk menghilangkan kesempitan.

Dalam buku Panduan Shalat an-Nisaa karya Abdul Qadir Muhammad Manshur yang diterbitkan oleh Republika Penerbit, datangnya Islam memang untuk menghilangkan kesusahan manusia. Islam tidak membebani seseorang untuk bertanya mengenai kesucian atau kenajisan suatu benda apabila tidak mengetahuinya. Hal ini berdasarkan prinsip bahwa pada dasarnya segala sesuatu itu suci.

Terdapat klasifikasi dalam hal ini. Pertama, apabila seseorang terkena benda yang lembab pada malam hari tanpa mengetahui hakikatnya, maka dia tidak terbebani untuk mencium atau mengenali benda tersebut.

Kedua, apabila seseorang terkena debu jalanan maka dia tetap suci dan tidak perlu menyusahkan dirinya. Orang tersebut telah dimaafkan karena hal ini menimpa semua orang.

Salah satu alasan untuk memperkuat argumentasi ini adalah adanya hadis yang merujuk tentang bolehnya hal itu. Dalam Majma'uz-Zawa'id (1577), Abdullah bin Mas'ud berkata: "Kami dulu mengerjakan shalat bersama Nabi Muhammad SAW, dan beliau tidak berwudhu karena kotoran yang kami injak,". Hadis ini diriwayatkan oleh Thabrani.



Sumber: Republika.co.id
loading...