Kiat 'Bersahabat' dengan Allah SWT

Bersahabat dengan Allah SWT dengan menjauhi larangan-Nya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dalam hidup ini, Allah SWT sesungguhnya telah memberikan porsi bagi setiap individu untuk berbahagia dan mengalami duka. Keduanya diperlukan sebagai bagian dari ujian manusia sekaligus rahmat agar manusia dapat menemukan dan 'bersahabat' dengan Allah azza wa jala.

Menurut Prof Komaruddin Hidayat dalam bukunya berjudul Ungkapan Hikmah: Membuka Mata, Menangkap Makna disebutkan, gambaran surga dan neraka bagi anak sangat diperlukan. Para orang tua perlu memberikan informasi mengenai konsep surga dan neraka ini.

Hal itu agar anak memiliki batasan baik dan buruk dalam menjalani hidup. Namun demikian, para orang tua jangan sampai menciptakan konsep Tuhan dengan gambaran yang seram.

Apalagi, sebagaimana lumrah diketahui dan kerap disebutkan di Alquran, rahmat dan kasih sayang Allah itu sangatlah besar. Penciptaan konsep Tuhan yang menyeramkan, menurutnya, tanpa sadar akan menciptakan generasi penakut.

"Anak-anak kita perlu dibiasakan dengan reward and punishment," kata dia dalam buku itu.

Untuk itulah konsep surga dan neraka tetap harus ada. Upaya ini dilakukan agar si anak mempunyai rasa tanggung jawab atas setiap perbuatan yang dilakukannya.

Lebih jauh lagi, si anak pun akan memiliki kesadaran dalam setiap perbuatan selalu mengandung risiko dan akibat. Dia menjabarkan, meski ada konsep neraka dan surga, sesungguhnya ajaran agama tidak menyeramkan.

Untuk itu, bersahabat dengan Allah SWT dengan menjauhi larangan-Nya menjadi kunci utama yang perlu diperkenalkan kepada anak. Bersahabat dengan Allah SWT dalam laku keseharian adalah berupaya amar ma'ruf nahi munkar.



Sumber: Republika.co.id
loading...