Meraka yang Mendoakan Imam Syafii dalam Shalat Puluhan Tahun

Para ulama mendoakan Imam Syafi'i dalam shalat yang mereka kerjakan.

REPUBLIKA.CO.ID, Imam Syafi'i mempunyai kedudukan istimewa di kalangan ulama pada masanya. Warisan intelektualnya di bidang fiqih dan usul fiqih, sangat berharga dalam khazanah keilmuan Islam. Tak heran jika para ulama menaruh hormat pada pengarang kitab al-Umm dan ar-Risalah tersebut. 

Penghormatan para ulama itu, menurut Direktur Aswaja Center Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH Ma'ruf Khozin, ternyata ditunjukkan melalui doa yang dipanjatkan dalam shalat mereka. Siapa sajakah ulama yang mendoakan Imam Syafi'i? Berikut ini nukilan yang disampaikan Kiai Ma'ruf, sebagaimana dikutip Republika.co.id, Kamis (6/2).

1. Imam Ahmad bin Hanbal (w 241 H)

ﻗَﺎﻝَ ﺃَﺣْﻤَﺪُ: ﻭَﺇِﻧِّﻲ ﻷَﺩْﻋُﻮ ﻟِﻠﺸَّﺎﻓِﻌِﻲِّ ﻣُﻨْﺬُ ﺃَﺭْﺑَﻌﻴﻦَ ﺳَﻨَﺔٍ ﻓِﻲ ﺻﻼﺗﻲ.

Ahmad berkata: "Sungguh saya mendoakan untuk Asy-Syaafi'i selama 40 tahun dalam shalat saya" (Al-Hafidz adz-Dzahabi, Siyar A'lam an-Nubala' 8/217)

2. Yahya bin Sa'id al-Qathan (w 198 H)

ﻋَﻦْ ﻳَﺤْﻴَﻰ ﺑﻦِ ﻣَﻌِﻴْﻦٍ ﺳَﻤِﻌْﺖُ ﻳَﺤْﻴَﻰ ﺑﻦَ ﺳَﻌِﻴْﺪٍ ﻳَﻘُﻮْﻝُ: ﺃَﻧَﺎ ﺃَﺩْﻋُﻮ اﻟﻠﻪَ ﻟِﻠﺸَّﺎﻓِﻌِﻲِّ ﻓِﻲ ﺻﻼﺗﻲ ﻣُﻨْﺬُ ﺃَﺭْﺑَﻊِ ﺳِﻨِﻴْﻦَ.

Yahya bin Ma'in (ulama ahli jarh wa ta'dil) mendengar bahwa Yahya bin Sa'id berkata: "Saya mendoakan kepada Allah untuk Asy-Syaafi'i dalam shalat saya sejak 4 tahun" (Al-Hafidz adz-Dzahabi, Siyar A'lam an-Nubala' 8/273)

3. Abdurrahman bin Mahdi (w. 198 H)

ﻭَﻗَﺎﻝَ ﺃَﺑُﻮ ﺛَﻮْﺭٍ: ﻗَﺎﻝَ ﻟِﻲ ﻋَﺒْﺪُ اﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﺑﻦُ ﻣَﻬْﺪِﻱٍّ: ﻣَﺎ ﺃُﺻَﻠِّﻲ ﺻَﻼَﺓً ﺇﻻَّ ﻭَﺃَﻧَﺎ ﺃَﺩْﻋُﻮ ﻟﻠﺸﺎﻓﻌﻲ ﻓِﻴْﻬَﺎ.

Abdurrahman bin Mahdi berkata kepada Abu Tsaur: "Saya tidak melakukan shalat kecuali saya mendoakan untuk Asy-Syaafi'i di dalam shalat tersebut" (Al-Hafidz Adz-Dzahabi, Siyar A'lam an-Nubala' 8/252)

4. Abu Bakar bin Al Khallad (w. 359) 

ﻭَﻗَﺎﻝَ ﺃَﺑُﻮ ﺑَﻜْﺮٍ ﺑﻦُ ﺧَﻼَّﺩٍ: ﺃَﻧَﺎ ﺃَﺩْﻋُﻮ اﻟﻠﻪَ ﻓِﻲ ﺩُﺑُﺮِ ﺻَﻼَﺗِﻲ ﻟﻠﺸﺎﻓﻌﻲ.

Abu Bakar bin al-Khallad berkata: "Saya mendoakan kepada Allah setelah shalat saya untuk Asy-Syaafi'i" (Al-Hafidz Adz-Dzahabi, Siyar A'lam an-Nubala' 8/242) 



Sumber: Republika.co.id
loading...