Apakah Efek Samping Vaksin Moderna? Yuk, Baca!

  • Whatsapp
Vaksin Moderna

Setiap cairan kimia pasti memiliki efek samping. Begitu juga dengan obat pereda sakit. Yang sedang hangat diperbincangkan dalam dunia maya adalah Vaksin Moderna covid-19. Wah kira-kira bagaimana ya efek samping yang akan dialami setelah terjadi vaksinasi di Indonesia? Berdampak seriuskah bagi tubuh? Dengan pengujian secara klinik di laboratorium, Tim Kesehatan pastinya mampu mempertimbangkan. Bahaya apa setelah terjadi pemberian vaksin kepada masyarakat Indonesia yang terjangkit covid-19 maupun gejala yang tanpa sakit.

Penelitian vaksin

Terdapat pasangan suami istri peneliti Prof Ugur Sahin dan istrinya dr. Ozlem Tureci, mereka menyetujui penggunaan vaksin covid-19 dan Pfizer-BioNTech. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS menyetujui dan FDA AS menjelaskan tentang efek samping vaksin tersebut.

Sejauh para ahli meneliti, mereka percaya bahwa manfaat dari penelitian vaksin covid-19 lebih banyak ketimbang efek buruknya. Menurut salah satu Ahli Epidemiologi Penyakit Anak di Universitas Stanford, Tvonne Maldonado bahwa adanya vaksin covid-19 berupa mampu untuk menjaga orang agar tetap sehat dan dapat beraktivitas seperti biasanya saat normal, sekolah, dan bekerja. Membahas efek samping vaksin covid-19, para ahli lainnya banyak merujuk pada dua produk vaksin besar Pfizer dan Moderna. “Keamanan vaksin ini dipelajari dengan cara yang sangat ketat, melalui uji coba fase satu, dua, dan yang terbaru fase tiga dimana puluhan ribu peserta studi menerima vaksin,” terang William Moss, direktur eksekutif Pusat Akses Vaksin Internasional Masyarakat John Hopkins Bloomberg. Menurut Maldonado akan disuntik 2 kali, dalam penelitian Moderna, sekitar sepertiga orang mengalami demam setelah dosis kedua diberikan, akan tetapi tidak memberikan efek pada suntikan pertama. Adapun penelitian Pfizer tingkat sakit kepala, demam, nyeri, dan sakit badan juga meningkat setelah dosis kedua. Maldonado menekankan bahwa efek sampingnya hanya ringan dan sedang, tidak sampai parah.

Sumber berita lain terkait efek samping penyuntikan vaksin covid-19

Dilansir dari Science Times, Selasa (15/12), lebih banyak efek samping terlihat dari orang di bawah usia 55 tahun dibandingkan dengan relawan yang lebih tua, seperti yang dilaporkan oleh Business Insider. Efek samping ini biasanya timbul dalam beberapa hari setelah pemberian dosis dan berlanjut rata-rata hanya untuk satu atau dua hari.

Informasi tentang efek samping yang diderita relawan juga disampaikan oleh Pfizer dan FDA. Secara umum terdapat efek samping untuk individu berusia 18 hingga 55 tahun. Setelah mendapat dosis kedua, sebanyak 4,6 persen mengalami kelelahan ekstrem, dan 3,2 persen mengalami sakit kepala parah. Demam juga normal pada kelompok usia tersebut selama suntikan kedua, sekitar 15,8 persen relawan mengalami demam setidaknya 100,4 derajat Fahrenheit. Lalu 2,8 persen kelelahan ekstrem terjadi pada sukarelawan yang berusia lebih dari 55 tahun, sedangkan 0,5 persen mengalami sakit kepala parah selama dosis kedua, dan 10,9 persen mengalami demam, JawaPos Rabu, (16/12/2020). Dan mereka mendapat kabar yang menggembirakan bahwa tidak terjadi sesuatu kekhawatiran terkait efek samping dalam dokumen yang telah diterbitkan.

Efek sampingnya meliputi; demam (14 persen), nyeri sendi (24 persen), meriang (32 persen), nyeri otot (38 persen), sakit kepala (55 persen), kelelahan (63 persen), nyeri ditempat vaksinasi (83 persen).

Sangat mengejutkan efek samping pada penyuntikan vaksin covid-19 tersebut. Jangan lewatkan kesempatan pengetahuan ilmu selanjutnya tetap kunjungi halaman web Halodoc kalian akan dapat beberapa pengetahuan tentang kesehatan.

Referensi :

  • JawaPos.com. Diakses pada 16 Desember 2020. FDA Ungkap 7 Efek Samping Vaksin Covid-19 yang Manjur Temuan Pasutri
  • Okezone. Diakses pada 14 Desember 2020. 5 Efe Samping Vaksin Covid-19 yang Harus Anda Ketahui

Related posts